Jumat, 13 April 2012

Bakteri Kebal Antibiotik Ditemukan di Gua Berumur 4 Juta Tahun



Ilmuwan menemukan bakteri yang benar-benar kebal alias tidak mempan diobati dengan antibiotik. Bakteri itu ditemukan di kedalaman 400 meter (sekitar 1.300 kaki) di bawah permukaan bumi pada sebuah gua yang telah berumur 4 juta tahun.

Gua yang terisolir itu bernama Lechuguilla di New Mexico. Penemuan bakteri ini dapat memberikan petunjuk pengembangan obat yang dapat memerangi superbug masa kini.

"Ini masih menjadi pertanyaan yang besar, darimanakah asalnya bakteri ini? Hampir tak ada seorang pun yang berpikir untuk melihat bakteri lain yang mungkin tidak selalu menyebabkan penyakit," kata pemimpin studi Gerry Wright, ahli biologi kimiawi di McMaster University, Ontario seperti dilansir dari Fox News, Jumat (13/4/2012).

Penggunaan antibiotik secara berlebihan oleh rumah sakit dan peternakan telah dikritik secara luas karena memunculkan bakteri strain yang resisten terhadap antibiotik.

Namun karena Gua Lechuguilla sudah lama tak tersentuh, eksistensi bakteri kuno tersebut menunjukkan adanya resistensi obat yang sebenarnya telah lama terjadi dan berevolusi jutaan tahun lalu.

Sampel bakteri dalam gua, yang ditemukan dalam kristal murni tidaklah menginfeksi manusia, namun memiliki kapasitas untuk melawan obat sintetis pada masa modern.

Peneliti memeriksa 93 jenis bakteri yang diekstrak dari gua dan mengujikannya pada 26 jenis antibiotik yang berbeda. Sekitar 70 persen dari bakteri-bakteri tersebut bersifat resisten pada tiga atau empat kelas antibiotik. Tiga diantara strain bakterinya --yang juga kerabat jauh dari antraks-- resisten terhadap 14 dari 26 antibiotik yang diujikan.

"Ilmu mikrobiologi klinis telah lama mengalami kebingungan. Ketika Anda membawa antibiotik baru ke dalam rumah sakit, resistensi pasti akan muncul tak lama kemudian, baik dalam hitungan bulan sampai tahun," ungkap Wright. 

Sumber DetikHealth

Tidak ada komentar:

Posting Komentar